I Kadek Aris Darma Yuda

Saya jalankan empat eksperimen konten, kumpulkan 22 juta view, lalu menemukan sesuatu yang tidak saya duga.

I Kadek Aris Darma Yuda, Social Media Specialist. Membangun empat akun konten dari nol, di dua platform, tanpa tim dan tanpa nama besar di belakang.

22 jt+
total view
4 akun
2 platform
~16 rb
pengikut, dari nol

Periode aktif gabungan: Oktober 2024 – Januari 2026.

Case Study 01

Empat akun, dua platform, satu temuan

Antara akhir 2024 dan awal 2026 saya membangun empat akun konten dari nol sebagai eksperimen pribadi. Ada dua brand, yaitu Ruang Kisah (cerita pendek) dan Ruang Fakta (fakta menarik), yang masing-masing hadir di TikTok dan YouTube Shorts. Semua saya kerjakan sendiri: riset, naskah, visual, editing, sampai analisis.

Satu hal membuat data ini bisa dibandingkan dengan bersih: video yang saya unggah ke TikTok dan YouTube identik. Jadi ketika hasilnya berbeda, penyebabnya bukan kontennya, melainkan platformnya.

BrandTikTokYouTube Shorts
Ruang Kisahcerita pendek bermakna3,5 jt view6.295 pengikutaktif Okt 2024 – Jan 2025344 rb view2.290 subscriberaktif Okt – Nov 2024
Ruang Faktafakta menarik2,8 jt view560 pengikutaktif ~Nov 2025 – Jan 202615,6 jt view6.850 subscriberaktif Okt 2025 – Jan 2026

Temuan 1: Platform terbaik berbalik tergantung jenis konten

Karena videonya identik, saya bisa membandingkan langsung bagaimana tiap platform memperlakukan konten yang sama. Konten fakta menyebar sekitar 5,5× lebih luas di YouTube Shorts daripada di TikTok (15,6 juta vs 2,8 juta view). Konten cerita justru sebaliknya: sekitar 10× lebih luas di TikTok daripada di YouTube (3,5 juta vs 344 ribu view). Fakta terbang di YouTube, cerita terbang di TikTok. Padahal videonya sama persis.

Temuan 2: Jangkauan bukan loyalitas

Ini saya tulis sebagai pengamatan dari akun saya, bukan bukti. Video fakta dan cerita memang berbeda, jadi tidak sebersih Temuan 1. Dari data yang ada, konten cerita mengubah penonton jadi pengikut jauh lebih efektif daripada fakta di kedua platform: 0,18% dan 0,67% untuk cerita, dibanding 0,02% dan 0,04% untuk fakta. Orang menonton fakta karena penasaran sesaat lalu lanjut; mereka mengikuti pencerita karena merasa terhubung. Jangkauan besar tidak otomatis menjadi audiens yang loyal.

Anomali yang menarik

Satu video fakta di TikTok menembus 1,6 juta view, tapi akunnya hanya menarik 560 pengikut. Menurut saya kontennya punya daya tarik kuat. Hook-nya bagus dan berhasil merebut perhatian, tapi kontennya tidak diarahkan untuk mengubah penonton jadi pengikut. Video itu tidak punya CTA (call to action) yang mengajak orang mengikuti akun, jadi penonton menikmati informasinya lalu lanjut ke video berikutnya. Viralitasnya berhasil menghasilkan awareness dan view, tapi belum menghasilkan follower conversion.

Yang saya pelajari

Ruang Kisah saya hentikan setelah sadar view di TikTok tidak bisa jadi pendapatan tanpa jalur komersial, sementara biaya produksinya nyata. Itu keputusan bisnis, bukan kehabisan ide. Pelajaran terpentingnya: jangkauan, loyalitas, dan pendapatan adalah tiga tujuan berbeda yang menuntut strategi berbeda. Konten viral belum tentu membangun komunitas, dan komunitas belum tentu menghasilkan uang.

Case Study 02

Menjalankan media sosial Markandeya University

Februari 2024 - Juli 2026

Di Markandeya University saya menangani keseluruhan alur kerja media sosialnya. Bukan satu tugas spesifik, tapi runtutan penuh dari ide sampai evaluasi. Fokus bagian ini bukan angka, melainkan cara kerja.

Cakupan peran

IdeationProduksi kontenEditing videoDesain grafisCopywritingIklan InstagramBaca analytics

Bedanya dengan akun pribadi: di sini saya bekerja dalam batasan sebuah institusi. Setiap output mengikuti brief, menjaga konsistensi brand kampus, dan melewati koordinasi serta persetujuan sebelum tayang. Kebebasan berkurang, dan justru di situ disiplinnya: hasil harus tetap rapi dan konsisten meski bukan selera saya sendiri.

Jadi selain bisa membangun akun sendiri dari nol, saya juga terbiasa bekerja untuk organisasi.

Galeri

Sebagian hasil kerja

Beberapa contoh keluaran dari pekerjaan di Markandeya University.

Yudangga Plakat Bali

Bisnis yang saya kelola

  • Materi promosi Yudangga Plakat Bali, produk custom
  • Materi promosi Yudangga Plakat Bali, produk basic
  • Materi promosi Yudangga Plakat Bali, model plakat

Lihat selengkapnya di Instagram

Tentang

Foto I Kadek Aris Darma Yuda

Halo, saya Yuda

Saya fresh graduate Pendidikan Bahasa Inggris dari Markandeya University. Yang paling saya suka dari dunia konten adalah prosesnya, mengubah sebuah ide jadi karya yang utuh. Di setiap proses itu selalu ada tantangan, dan justru di situ saya menikmatinya, karena tantangan yang memaksa saya mencari hasil yang maksimal.

Buat saya, ini bukan sekadar bekerja, tapi berkarya. Ketika berkarya, saya otomatis mengupayakan hasil terbaik dari apa pun keterbatasan yang ada. Cara kerja saya menyeluruh: dari menentukan ide, produksi konten, video editing, desain grafis, copywriting, sampai menjalankan Meta ads dan membaca analytics untuk tahu apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki.

Skill & tools

Content ideation, video editing, desain grafis, copywriting, Meta ads, dan analytics.

Saya mencari tempat yang memberi saya ruang untuk berkarya dan tumbuh, dan sebagai gantinya saya siap memberikan konten yang tidak hanya menarik dilihat, tapi juga terukur hasilnya.

Kontak

Mari ngobrol

Kalau ada peluang yang cocok atau sekadar ingin berkenalan, saya senang dihubungi lewat salah satu jalur di bawah ini.